Integrasi Sosial Mahasiswa Suku Batak Dengan Mahasiswa Suku Minahasa Di Universitas Sam Ratulangi Manado
DOI:
https://doi.org/10.35797/jp.v13i2.64624Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini membahas proses integrasi sosial mahasiswa suku Batak dengan mahasiswa suku Minahasa di Universitas Sam Ratulangi Manado. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana integrasi sosial antara mahasiswa suku Batak dengan mahasiswa suku Minahasa di Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sosial antara mahasiswa suku Batak dan mahasiswa suku Minahasa di lingkungan kampus Universitas Sam Ratulangi masih belum sepenuhnya berjalan dengan optimal. Meskipun terdapat upaya adaptasi dalam menghadapi perbedaan budaya, gaya komunikasi, dan kebiasaan sosial, serta telah terbentuk kerja sama dalam pencapaian tujuan akademis dan organisasi, namun hambatan dalam aspek integrasi masih cukup kuat, terutama karena perbedaan bahasa yang membuat proses interaksi menjadi kaku dan kurang cair. Sebagian mahasiswa Minahasa yang masih dominan menggunakan bahasa daerahnya dalam percakapan sehari-hari menjadi tantangan besar bagi mahasiswa Batak dalam memahami dan membaur dengan lingkungan sosial kampus. Walaupun demikian, terdapat nilai positif dalam bentuk sikap saling menghormati dan menjaga keberagaman budaya yang tergolong baik, di mana mahasiswa dari kedua suku mulai menunjukkan usaha dalam memelihara pola hubungan yang harmonis dengan saling menghargai budaya, tradisi, dan identitas masing-masing. Oleh karena itu, meskipun secara fungsional aspek adaptasi, pencapaian tujuan, dan pemeliharaan pola sudah mulai terbangun, aspek integrasi masih menjadi titik lemah yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan lebih lanjut agar tercipta kehidupan kampus yang benar-benar inklusif dan harmonis antar kelompok etnis.
Kata Kunci: Integrasi Sosial
ABSTRACT
This study examines the social integration process of Batak and Minahasan students at Sam Ratulangi University, Manado. The purpose of this study was to determine the social integration between Batak and Minahasan students at Sam Ratulangi University, Manado. The results indicate that social integration between Batak and Minahasan students on the Sam Ratulangi University campus is still not fully optimal. Although adaptation efforts have been made to address differences in culture, communication styles, and social customs, and collaboration has been established to achieve academic and organizational goals, significant barriers to integration remain, primarily due to language differences, which make interactions awkward and fluid. Some Minahasan students still predominantly use their regional languages in daily conversation, posing a significant challenge for Batak students in understanding and integrating into the campus social environment. Nevertheless, there are positive aspects in the form of mutual respect and maintaining cultural diversity, with students from both ethnic groups beginning to demonstrate efforts to maintain harmonious relationships by respecting each other's cultures, traditions, and identities. Therefore, although functionally, aspects of adaptation, goal achievement, and pattern maintenance have begun to develop, integration remains a weak point that requires further attention and improvement to create a truly inclusive and harmonious campus life across ethnic groups.
Keywords: Social Integration

