PENGELOLAAN DISTRIBUSI LOGISTIK PEMILU DI WILAYAH PERBATASAN

(SUATU STUDI PEMILU 2024 DI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD)

Authors

  • Widya Astuti Aomo Universtas Sam Ratulangi
  • Herman Najoan Universitas Sam Ratulangi
  • Fanley N. Pangemanan Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35797/jp.v13i3.65019

Abstract

ABSTRAK

Artikel ini mengkaji pengelolaan distribusi logistik Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 di Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik kepulauan dan kondisi geografis ekstrem. Logistik menjadi salah satu aspek penting dalam menjamin keberhasilan penyelenggaraan Pemilu karena berperan dalam seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari pengadaan, penyimpanan, hingga pendistribusian perlengkapan pemungutan suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi dan praktik pengelolaan distribusi logistik dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Talaud berdasarkan teori manajemen George R. Terry (POAC) serta prinsip manajemen logistik modern. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari staf teknis KPU, PPK, PPS, KPPS, aparat keamanan, Panwaslu, serta pemerintah daerah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan logistik dilakukan sejak enam bulan sebelum hari pemungutan suara dengan pendekatan bottom-up serta menyiapkan cadangan logistik sebesar 5% untuk daerah rawan cuaca. Pengorganisasian melibatkan koordinasi lintas instansi guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu, sedangkan pengawasan dilakukan secara berlapis melalui sistem SILOG dan pemantauan manual di lapangan. Sebanyak 98% logistik tercatat tiba di lokasi tujuan dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik. Dalam implementasinya, KPU Kabupaten Kepulauan Talaud berupaya menyesuaikan strategi distribusi dengan kondisi geografis dan cuaca yang dinamis melalui kerja sama dengan aparat keamanan dan penyedia transportasi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan distribusi logistik di wilayah perbatasan menuntut adaptasi teknologi, perencanaan berbasis risiko, serta koordinasi lintas-lembaga. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan infrastruktur transportasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan optimalisasi sistem informasi logistik terpadu untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu yang lebih efisien dan berintegritas.

Kata Kunci: Pemilu, logistik pemilu, manajemen POAC, distribusi logistik, KPU, Kepulauan Talaud

 

ABSTRACT

This article examines the logistics distribution management for the 2024 General Election (Pemilu) in the Talaud Islands Regency, a border region with island characteristics and extreme geographic conditions. Logistics is a crucial aspect in ensuring the success of the election because it plays a role in all stages of implementation, from procurement, storage, to distribution of voting equipment. This study aims to determine how the logistics distribution management strategies and practices are implemented by the General Election Commission (KPU) of the Talaud Islands Regency based on George R. Terry's management theory (POAC) and modern logistics management principles. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Research informants consisted of technical staff from the KPU, PPK, PPS, KPPS, security forces, Panwaslu (Election Supervisory Agency), and local governments. The research findings indicate that the logistics planning process began six months before election day using a bottom-up approach and prepared a 5% logistics reserve for weather-prone areas. Organizational planning involved cross-agency coordination to ensure timely distribution, while supervision was carried out in layers through the SILOG system and manual monitoring in the field. A total of 98% of logistics arrived at their destinations on time and in good condition. In its implementation, the Talaud Islands Regency General Elections Commission (KPU) strives to adapt its distribution strategy to dynamic geographic and weather conditions through collaboration with security forces and local transportation providers. The study's findings indicate that managing logistics distribution in border areas requires technological adaptation, risk-based planning, and cross-agency coordination. Research recommendations include improving transportation infrastructure, strengthening human resource capacity, and optimizing an integrated logistics information system to support more efficient and integrated election administration.

Keywords: Election, election logistics, POAC management, logistics distribution, KPU, Talaud Islands

Downloads

Published

2025-11-21

How to Cite

Aomo, W. A., Najoan, H., & Pangemanan, F. N. (2025). PENGELOLAAN DISTRIBUSI LOGISTIK PEMILU DI WILAYAH PERBATASAN : (SUATU STUDI PEMILU 2024 DI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD). POLITICO: Jurnal Ilmu Politik, 13(3), 244–254. https://doi.org/10.35797/jp.v13i3.65019

Issue

Section

Articles