Peran Badan Kerjasama Antar Umat Beragama Dalam Dinamika Politik Lokal Pada Pemilihan Kepala Daerah Di Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35797/qywzgg34Abstract
Penelitian ini mengkaji peran penting Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan mengelola potensi konflik politik selama Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado Tahun 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, studi ini menganalisis fenomena sosial, pengalaman, persepsi, dan interaksi aktor dalam dinamika politik lokal. Kerangka teoritisnya didasarkan pada Teori Peran Bruce J. Biddle & Edwin J. Thomas dan Teori Konflik Ralf Dahrendorf. Metodologi penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan informan kunci seperti pengurus BKSAUA, KPU/Bawaslu, pemilih, dan tokoh agama, observasi kegiatan BKSAUA, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara pemilu memiliki harapan tinggi agar BKSAUA menjaga kerukunan dan menjadi mediator konflik. BKSAUA secara aktif melaksanakan perannya melalui dialog lintas agama, sosialisasi toleransi, mediasi konflik, dan koordinasi dengan berbagai pihak. Meskipun menghadapi konflik peran, terutama antara netralitas sebagai lembaga keagamaan dan tuntutan untuk menjaga stabilitas politik, BKSAUA berhasil mengelola potensi konflik identitas berbasis agama. Hubungan antarperan yang kuat dengan pemangku kepentingan, seperti KPU dan pemerintah, memungkinkan sinergi dalam menjaga kondusivitas Pilkada . Kesimpulannya, BKSAUA memainkan peran signifikan dalam menjaga kerukunan, mengelola konflik politik, dan mendukung Pilkada Manado 2024 yang aman, damai, dan demokratis, menjadikannya aktor strategis dalam stabilitas sosial dan penguatan demokrasi lokal.
Kata Kunci: Peran; BKSAUA: Dinamika; Politik Lokal; Manado; Pemilu
ABSTRACT
This study examines the pivotal role of the Inter-Religious Cooperation Body (BKSAUA) in maintaining inter-religious harmony and managing potential political conflict during the 2024 Manado Mayoral and Deputy Mayoral Election. Employing a qualitative phenomenological approach, the study analyzes social phenomena, experiences, perceptions, and actor interactions within local political dynamics. Its theoretical framework is grounded in Bruce J. Biddle and Edwin J. Thomas’s Role Theory and Ralf Dahrendorf’s Conflict Theory. The research methodology involved in-depth interviews with key informants—such as BKSAUA officials, election commission (KPU/Bawaslu) members, voters, and religious leaders—alongside observations of BKSAUA activities and document analysis. Data analysis utilized the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that the public, the government, and election organizers hold high expectations for BKSAUA to uphold harmony and act as a conflict mediator. BKSAUA actively fulfills its role through interfaith dialogue, the promotion of tolerance, conflict mediation, and coordination with various stakeholders. Despite facing role conflicts—particularly between maintaining neutrality as a religious institution and the demand to preserve political stability—BKSAUA successfully managed potential religion-based identity conflicts. Strong inter-role relationships with stakeholders, such as the KPU and the government, enabled synergy in maintaining a conducive environment for the election. In conclusion, BKSAUA plays a significant role in maintaining harmony, managing political conflict, and supporting a safe, peaceful, and democratic 2024 Manado election, thereby serving as a strategic actor in ensuring social stability and strengthening local democracy.
Keywords: Role; BKSAUA; Dynamics; Local Politics; Manado; Election

