Diversity and Dominance of Insects on Various Types of Fruit Plants Using the Yellow Trap Method in Agricultural Land in Bangko Village, West Halmahera Regency
DOI:
https://doi.org/10.35791/jat.v6i1.61894Keywords:
Yellow Trap, Insect diversityAbstract
This study analyzed insect diversity and dominance in fruit agroecosystems at Bangko Village, Khairun University Campus IV. From 40 yellow traps, 1,820 individuals were recorded on bananas (10 orders, 15 families) dominated by Erionata trax, and 1,259 individuals on pineapples (9 orders, 13 families) dominated by Formicidae ants. The diversity index was moderate (H’=2.66 on bananas; H’=2.25 on pineapples) with low dominance, indicating no single species dominated.
Keywords: Yellow Trap, Insect diversity, Harticulture
Abstrak
Penelitian ini menganalisis keanekaragaman dan dominansi serangga pada agroekosistem buah di Desa Bangko, Kampus IV Universitas Khairun. Dari 40 perangkap kuning, tercatat 1.820 individu pada pisang (10 ordo, 15 famili) dengan dominansi Erionata trax, serta 1.259 individu pada nanas (9 ordo, 13 famili) didominasi semut Formicidae. Indeks keanekaragaman tergolong sedang (H’=2,66 pada pisang; H’=2,25 pada nanas) dengan dominansi rendah, menunjukkan tidak ada spesies yang mendominasi.
Kata Kunci: Perangkap Kuning, Keanekaragaman Serangga, Hortikultura
References
Aditama, A. (2013). Pengaruh faktor lingkungan terhadap keanekaragaman serangga pada ekosistem pertanian. Jurnal Entomologi Indonesia, 10(2), 85–92.
Borror, D. J., Triplehorn, C. A., & Johnson, N. F. (1996). An Introduction to the Study of Insects (6th ed.). Harcourt Brace College Publishers.
Falahudin, I. (2013). Peran semut (Formicidae) dalam ekosistem pertanian. Jurnal HPT Tropika, 13(1), 45–52.
Falahudin, I. (2015). Keanekaragaman lebah polinator dan perannya dalam peningkatan produksi pertanian. Jurnal Entomologi Indonesia, 12(3), 123–131.
Hakim, L., Rahmawati, S., & Nugraha, R. (2016). Efektivitas perangkap kuning terhadap populasi serangga pada tanaman hortikultura. Jurnal Agroteknologi, 9(1), 15–22.
Jumar. (2000). Entomologi Pertanian. Rineka Cipta, Jakarta.
Maesyaroh, I. (2018). Keanekaragaman serangga pada ekosistem hortikultura di daerah tropis. Jurnal Biologi Tropis, 18(2), 99–108.
Munthe, A. G. (2012). Analisis indeks dominasi serangga pada ekosistem pertanian. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 14(2), 67–74.
Odum, E. P. (1993). Fundamentals of Ecology (3rd ed.). W.B. Saunders, Philadelphia.
Siswanto, S., Hidayat, P., & Marwoto, B. (2021). Peran serangga dalam agroekosistem tropis: antara hama dan penyerbuk. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 25(1), 11–20.
Sulistya, W. (2015). Dinamika populasi serangga hama dan musuh alami pada ekosistem padi sawah. Jurnal HPT Tropika, 15(1), 37–44.
Sunjaya, Y. (1970). Pengaruh kelembaban terhadap perkembangan serangga hama. Jurnal Penelitian Pertanian Indonesia, 4(2), 45–53.
Supriadi, H., Rahayu, S., & Nugroho, A. (2015). Penggunaan indeks Shannon dan Simpson untuk analisis keanekaragaman serangga. Jurnal Sains Pertanian Indonesia, 11(1), 55–63.
Susanto, A. (2000). Ekologi Serangga. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Untung, K. (2001). Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Helda Sabban, Betty Kadir Lahati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


















