Inventarisasi Tumbuhan Obat yang Digunakan Masyarakat Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa

Authors

  • Indrawati Bone Tondon Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Euis F.S. Pangemanan Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi
  • Maria Y.M.A. Sumakud Program Studi Kehutanan, Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35791/sil.v4i3.64004

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang satu atau lebih bagiannya mengandung zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Menurut Dalimarta (2000), tumbuhan obat adalah spesies yang bagian-bagian tertentu—seperti akar, batang, kulit kayu, daun, atau sekresinya—diyakini dapat menyembuhkan atau meringankan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, selama bulan Juli 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan obat yang termasuk dalam 15 famili yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling umum digunakan adalah daun. Tanaman obat ini digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan seperti gangguan pencernaan, penyembuhan luka, menurunkan kolesterol, meningkatkan produksi ASI, kesehatan mata, mengurangi kadar asam urat, kesehatan kulit, meredakan nyeri sendi, sakit perut, kembung, sakit gigi, tekanan darah tinggi, jerawat, demam, pengaturan gula darah, bau badan, diare, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan jumlah trombosit.

Published

2026-01-07

Issue

Section

Artikel

Categories