Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan Pokdarwis, Pemandu Wisata, dan Storytelling di Desa Wisata Tumaluntung

Authors

  • Christian Alderi Jeffta Soewoeh Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi
  • Olivia Leony Thobias Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi
  • Ananda Silva Rumondor Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi
  • Virginia Yemima Weenas Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi
  • Reynal Gerrad Sondakh Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35801/sv0pp779

Keywords:

Desa Wisata, Pokdarwis, Pemandu Wisata, Storytelling, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Pengembangan desa wisata membutuhkan potensi wisata sekaligus sumber daya manusia yang mampu mengelolanya. Desa Tumaluntung memiliki potensi alam dan budaya yang dapat dikembangkan, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan masyarakat dan pengelola wisata. Melalui Program PPK Ormawa, dilaksanakan Pelatihan Pokdarwis, Pemandu Wisata, dan Storytelling untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, praktik, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup peran Pokdarwis, pelayanan wisata, teknik pemanduan, dan penyampaian cerita mengenai potensi alam, sejarah, serta budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan Desa Tumaluntung sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya.

References

Andiani, D. (2014). Pelatihan penyusunan guide book Pokdarwis Tunjung Mekardi Desa Sambangan. Widya Laksana, 3(1).

Ap, J., & Wong, K. K. F. (2001). Case study on tour guiding: Professionalism, issues and problems. Tourism Management, 22(5), 551–563.

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-Based Tourism: A Success? ICRT Occasional Paper No. 11. Leeds Metropolitan University.

Mahmud, A., Susilowati, N., Aeni, I. N., & Rahmawati, E. (2022). Development of tourism village through community-based tourism (CBT) concept approach in Branjang Village. Indonesian Journal of Devotion and Empowerment, 4(2), 1–6.

Maylanny, Hasanah, R., Milyane, T. M., & Destiwati, R. (2025). Storytelling untuk pemandu wisata bahari di Desa Wisata Pangandaran. Jurnal Abdimas, 29(2), 404–412.

Muarifuddin, M., Avrilianda, D., Wahzudik, N., Ifriza, Y. N., & Anggaretta, D. S. (2025). Peningkatan kapasitas Pokdarwis sebagai pengelola rintisan Desa Wisata Timpik Kabupaten Semarang. Jurnal Bina Desa, 7(3), 450–462.

Moscardo, G. (2014). Interpretation and tourism: Holy grail or emperor's robes? International Journal of Culture, Tourism and Hospitality Research, 8(4), 462–476.

Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.

Downloads

Published

2026-09-24

How to Cite

Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Pelatihan Pokdarwis, Pemandu Wisata, dan Storytelling di Desa Wisata Tumaluntung. (2026). The Studies of Social Sciences, 8(2), 246-252. https://doi.org/10.35801/sv0pp779