Analisis Kestabilan Tanah Dengan Campuran Bakteri Bacillus Subtilis Di Daerah Aktivitas Geotermal Lahendong
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.61380Abstract
Tanah di wilayah panas bumi memiliki ciri yang berbeda dengan tanah pada umumnya dimana keberadaan uap panas dari panas bumi mempengaruhi kondisi suhu dan kelembaban tanah di daerah tersebut. Untuk menghindari kegagalan pembangunan infrastruktur terutama di area eksplorasi panas bumi maka diperlukan kajian khusus untuk menghindari masalah tersebut yaitu dengan melakukan stabilisasi tanah. Metode stabilisasi tanah yang umum digunakan saat ini adalah metode mekanis dengan menggunakan alat berat untuk memadatkan tanah. Seiring dengan perkembangan teknologi dan juga upaya melesetarikan fungsi lingkungan hidup, dikembangkanlah inovasi stabilisasi tanah secara bio-grouting yaitu menggunakan bakteri Bacillus Subtilis sebagai stabilitator tanah yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bakteri Bacillus Subtilis terhadap nilai kuat geser tanah yang berada di wilayah ekplorasi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong. Percobaan ini dilakukan dengan cara mencampurkan reagen bakteri dan tanah asli dengan variasi 5%, 10%, dan 15% serta diperam dengan waktu 7 sampai 14 hari dan dilakukan uji kuat geser langsung (Direct Shear) untuk mendapatkan nilai parameter kuat geser tanah yaitu kohesi (c) dan sudut geser dalam (Φ). Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penambahan reagen bakteri terhadap tanah, semakin besar persentase bakteri yang ditambahkan dan semakin lama diperam, nilai parameter kuat geser tanah meningkat.
Kata kunci: stabilisasi tanah, bakteri Bacillus Subtilis, kuat geser tanah