Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Toulouroki Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.61381Abstract
Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di wilayah dengan curah hujan tinggi, termasuk di sepanjang Sungai Toulouroki, Kecamatan Tondano Timur. Kenaikan tinggi muka air di sungai ini berulang kali menyebabkan banjir yang merusak infrastruktur, properti, serta berdampak negatif terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir dan tinggi muka air menggunakan metode Log Pearson III untuk menentukan frekuensi hujan. Data curah hujan diperoleh dari pos hujan Peleloan, satu-satunya pos yang berpengaruh di Daerah Aliran Sungai Toulouroki berdasarkan metode Polygon Thiessen. Analisis dilakukan dengan bantuan program komputer HEC-HMS dengan metode HSS Soil Conservation Service (SCS), SCS Curve Number (CN) untuk kehilangan air, serta metode recession untuk aliran dasar (baseflow). Kalibrasi parameter HSS SCS dilakukan sebelum simulasi debit banjir dengan menyesuaikan lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak. Debit puncak hasil simulasi untuk berbagai kala ulang kemudian dianalisis menggunakan HEC-RAS untuk menentukan elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada STA 0+25, Sungai Toulouroki mampu menampung banjir dengan kala ulang 5 tahun, tetapi tidak untuk kala ulang 10 hingga 100 tahun. Sementara itu, pada STA 0+50 hingga STA 0+200, sungai tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana.
Kata kunci: banjir, debit puncak, Sungai Toulouroki, tinggi muka air