Analisis Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Di SD - SMP Advent 2 Sario, Kota Manado Menggunakan Metode Calculation Of Road Traffic Noise (CoRTN)
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.61420Abstract
Masalah kebisingan karena lalu lintas yang padat di daerah perkotaan menyebabkan sulitnya untuk mendapatkan lokasi sekolah yang tenang. Sehingga bangunan sekolah yang berdekatan dengan jalan raya memiliki potensi bising yang tinggi dan dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar didalam ruang kelas. Kebisingan dapat menganggu dalam proses belajar mengajar pada intensitas yang terus menerus dan pada tingkar tertentu dapar berbahaya pada Kesehatan. Dalam aktivitas pembelajaran dibutuhkan ketenangan pendengaran serta lingkungan yang kondusif sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.Berdasarkan uraian permasalahan kebisingan tersebut Jl. Bethesda memiliki potensi bising dari lalu lintas, maka perlu dilakukan perhitungan tingkat kebisingan di Sekolah Advent 2 Sario yang terletak di Jalan Bethesda No.45, Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, guna mengetahui apakah tingkat kebisingan yang terjadi akibat lalu lintas yang melewati daerah sekolah tersebut masih dapat ditolerir atau sudah melampaui ambang batas. Dari hasil penelitian didapatkan tingkat kebisingan dalam leq paling tinggi yang diperoleh sebesar 86.7dB(A) pada hari Kamis, 17 Oktober 2024 pukul 08.00-09.00 WITA, sedangkan tingkat kebisingan dengan Metode CoRTN yang diperoleh paling tinggi sebesar 70.58 dB(A) pada hari rabu, 16 Oktober 2024 pukul 07.00-08.00 WITA. Berdasarkan nilai yang telah diperoleh, secara keseluruhan tingkat kebisingan di Jalan Bethesda, khususnya di Persekolahan SD-SMP 2 Sario telah melampaui tingkat baku mutu yang diizinkan yaitu sebesar 55dB(A) sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup no.48 Tahun 1996 untuk kawasan persekolahan, sehingga perlu dilakukan beberapa upaya untuk mengurangi tingkat bising di lokasi tersebut. Usulan yang dapat diberikan kepada pihak sekolah yaitu Agar pihak sekolah melakukan beberapa upaya seperti pengadaan vegetasi sebagai penyerap suara alami di sekitar wilayah persekolahan dan pengadaan bangunan-bangunan peredam suara untuk mengurangi kebisingan yang ada.
Kata kunci: kebisingan, Metode CoRTN, leq