Perencanaan Pintu Sorong Untuk Suplai Pembagian Air Ke Saluran Sekunder Sukamandi Daerah Irigasi Jatiluhur
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.61601Abstract
Distribusi air memegang peranan penting dalam menunjang sistem irigasi. Di Daerah Irigasi Jatiluhur, tepatnya di bagian hilir Saluran Sekunder Sukamandi, terjadi kekurangan pasokan air akibat pengambilan air yang tidak terkendali di hulu, ditambah ketidakteraturan jadwal tanam serta keberadaan ambang tetap yang membatasi fleksibilitas sistem distribusi air. Diperlukan perencanaan pintu sorong khususnya sistem operasi untuk pintu sorong sehingga distribusi air dapat optimal dan efektif untuk memenuhi kebutuhan debit air irigasi di seluruh area layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sistem operasi pintu sorong dengan sistem penggolongan dan sistem rotasi sebagai strategi optimalisasi distribusi air yang sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan defisit air di wilayah hilir serta ketidaksesuaian jadwal tanam yang menghambat penerapan sistem rotasi distribusi air, melalui pengumpulan, pengolahan, dan analisis data numerik. Berdasarkan perhitungan, terdapat dua golongan di Saluran Sekunder Sukamandi dari B.Si 5 hingga B.Si 17 dengan jarak waktu tanam antar golongan 14 hari, yakni Golongan 3 (B.Si 5 – B.Si 11, luas 1.152,42 ha), dan Golongan 4 (B.Si 12 – B.Si 17, luas 1.114,29 ha), dengan batas golongan di B.Si 11. Hasil analisis perhitungan distribusi air, ketersediaan debit hanya dapat memenuhi musim tanam I dengan sistem pengairan secara terus menerus, sedangkan musim tanam II terjadi defisit air sehingga sistem rotasi diberlakukan pada musim tanam II dengan sistem pengairan gilir sekunder. Waktu mulai rotasi diatur pukul 06.00 untuk memudahkan pengoperasian dan menghindari pergantian di jam dini hari.
Kata kunci: pintu sorong, sistem golongan, sistem rotasi