Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Toubeke Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.61611Abstract
Sungai Toubeke, yang terletak di Tondano, sering mengalami luapan yang menyebabkan banjir di Kecamatan Tondano Selatan. Banjir ini mengakibatkan genangan pada jalan serta merendam dan merusak beberapa rumah di daerah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap debit banjir dan elevasi tinggi muka air Sungai Toubeke guna mengantisipasi potensi banjir di masa mendatang. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan menentukan frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari dua pos hujan, yaitu Malalayang-Kakaskasen dan Peleloan, dengan data curah hujan harian maksimum selama 15 tahun (2009-2023). Setelah memperoleh besaran hujan, pemodelan hujan aliran dilakukan menggunakan program komputer HEC-HMS dengan metode HSS Soil Conservation Service (SCS), sedangkan kehilangan air dihitung menggunakan metode SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow), digunakan metode recession. Sebelum melakukan simulasi debit banjir, dilakukan kalibrasi parameter HSS-SCS dengan menyesuaikan debit puncak. Parameter yang dikalibrasi meliputi lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak, dengan batasan yang disesuaikan berdasarkan nilai standar dalam program HEC-HMS. Selanjutnya, debit puncak hasil simulasi untuk berbagai kala ulang dimasukkan ke dalam program HEC-RAS guna mensimulasikan elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan pada penampang melintang dari STA 0+25 menampung banjir pada kala ulang 5 tahun dan pada kala ulang 10 tahun sampai 100 tahun tidak dapat menampung banjir. Pada STA 0+50 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana.
Kata kunci: debit puncak, Sungai Toubeke, tinggi muka air