Analisis Kedalaman Gerusan Lokal (Local Scouring) Di Bagian Hilir Bendung Pada Model Tes Fisik Bendung Sei Ular

Authors

  • Stefani C. Maliangkay Universitas Sam Ratulangi
  • Liany A. Hendratta Universitas Sam Ratulangi
  • Jeffry S. F. Sumarauw Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.61671

Abstract

Sungai memiliki peranan penting dalam ekosistem, irigasi pertanian, serta pengendalian banjir. Salah satu bangunan yang digunakan untuk mengelola aliran sungai adalah bendung, yang berfungsi untuk mengendalikan tinggi muka air dan mengalirkan air ke saluran irigasi. Bendung Sei Ular di Sumatera Utara merupakan salah satu bendung yang dibangun untuk mengatasi penurunan muka air sungai akibat degradasi dasar sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedalaman gerusan lokal (local scouring) di bagian hilir Bendung Sei Ular menggunakan model tes fisik. Penelitian ini dilakukan untuk memahami pola gerusan lokal dan kedalamannya pada kondisi debit yang berbeda, serta untuk membandingkan hasil pengukuran gerusan dengan tiga metode empiris, yaitu Lacey, Wu, dan Veronesse. Model tes fisik dilakukan di Laboratorium Hidraulik Balai Teknik Irigasi Bekasi, dengan dua variasi debit aliran, yaitu Q50 dan Q100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gerusan lokal meningkat seiring dengan meningkatnya debit aliran, di mana kedalaman gerusan untuk debit Q50 adalah 0,30 m dan untuk Q100 adalah 0,35 m. Metode Veronesse menghasilkan perhitungan kedalaman gerusan yang paling mendekati hasil pengamatan fisik, dengan kesalahan relatif sebesar 12,03%. Penelitian ini memberikan informasi yang berguna untuk desain rehabilitasi dan modernisasi Bendung Sei Ular, serta dapat menjadi acuan dalam mitigasi potensi gerusan yang berisiko terhadap stabilitas bendung.

 

Kata kunci: Gerusan lokal, Metode Lacey, Metode Veronesse, Metode Wu, Model Tes Fisik

Downloads

Published

2025-05-15

Issue

Section

Articles