Analisis Manajemen Waktu Dengan Critical Path Method (CPM) Pada Proyek Pembangunan Reservoir SPAM Kota Manado

Authors

  • Putri Alfriani Badriyah Universitas Sam Ratulangi
  • Jermias Tjakra Universitas Sam Ratulangi
  • Grace Y. Malingkas Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.61847

Abstract

Penggunaan manajemen waktu yang efektif, seperti metode penjadwalan kritis Critichal Path Method (CPM) sangat penting dalam mengoptimalkan waktu proyek karena CPM membantu mengidentifikasi rangkaian aktivitas yang paling berpengaruh terhadap durasi total proyek, yang dikenal sebagai jalur kritis. Dengan waktu pekerjaan Proyek Reservoir SPAM Kota Manado yang direncanakan 90 hari, perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat terhadap jadwal sangat diperlukan untuk memastikan semua aktivitas konstruksi berjalan sesuai rencana. Agar proyek pembangunan reservoir tidak mengalami keterlambatan, manajemen waktu yang baik menjadi kunci utama dalam setiap tahap pelaksanaan. Dalam penelitian ini akan mendeskripsikan jaringan kerja dan mengidentifikasi jalur kritis dengan metode Critical Path Method (CPM) pada Proyek Pembangunan Reservoir SPAM Kota Manado. Dengan mengetahui jalur ini, manajer proyek dapat memfokuskan sumber daya pada aktivitas-aktivitas kritis yang harus diselesaikan tepat waktu untuk menghindari penundaan keseluruhan proyek, mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien, dan memantau kemajuan kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung pada penyelesaian proyek. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka didapat jalur kritis yang terdiri dari 11 aktivitas yaitu: (A) Pekerjaan persiapan, (C) Pekerjaan galian dan buang tanah, (E) Pemasangan spun pile, (F)  PDA test dan PIT test, (H) Pekerjaan pembesian pile cap, sloof dan pelat + aditif,  (I) Pekerjaan pengecoran pile cap dan sloof + aditif, (J) Pekerjaan pengecoran pelat + aditif, (K) Pemasangan reservoir baja coating, (L) Pekerjaan pemasangan pipa konekting dan aksesoris, (M) Pekerjaan pemasangan water meter dan aksesoris, dan (N) Komisioning tes. Hal ini menandakan bahwa sebelas kegiatan tersebut tidak mempunyai waktu tenggang untuk terlambat, sehingga disebut sebagai aktivitas kritis. Artinya, keterlambatan pada salah satu dari aktivitas tersebut akan langsung berdampak pada keterlambatan keseluruhan durasi proyek.

 

Kata kunci: Critical Path Method, manajemen waktu, reservoir

Downloads

Published

2025-05-25

Issue

Section

Articles