Analisis Emisi Gas Rumah Kaca Dari Sektor Sampah Menggunakan Metode IPCC di Kecamatan Wanea Kota Manado

Authors

  • Charen S. E. Kandouw Universitas Sam Ratulangi
  • Isri R. Mangangka Universitas Sam Ratulangi
  • Agnes T. Mandagi Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i91.62052

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu lingkungan global yang dipicu oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer, salah satunya berasal dari sektor pengelolaan sampah. Emisi metana (CH₄) yang dihasilkan dari dekomposisi anaerobik sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA) memiliki potensi pemanasan global (Global Warming Potency/GWP) sebesar 28 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida (CO₂). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi GRK dari sektor sampah di Kecamatan Wanea, Kota Manado menggunakan metode Intergovernmental Panel on Climate Change  (IPCC) Guidelines 2006 Tier 1, serta menganalisis bagaimana hasil estimasi emisi tersebut dapat menjadi dasar dalam mendukung strategi pengelolaan sampah yang berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim. Data timbulan dan komposisi sampah diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi GRK pada tahun 2024 diperoleh hasil sebesar 14,2 Gg CO₂eq/tahun atau 14.196 ton CO₂eq/tahun. Emisi tertinggi berasal dari kategori sampah sisa makanan sebesar 6.654,29 ton CO₂eq/tahun (46,88%), diikuti oleh sampah kertas dan sampah taman/kayu. Dominasi emisi dari fraksi organik mencerminkan karakteristik sampah yang memiliki kandungan mudah terurai tinggi. Temuan ini menegaskan urgensi penerapan strategi pengelolaan sampah berbasis mitigasi, seperti pemilahan di sumber, pengomposan, dan peningkatan daur ulang, guna menurunkan emisi GRK dan mendukung kebijakan pengendalian perubahan iklim di tingkat lokal.

 

Kata kunci: emisi gas rumah kaca, metana, sampah organik, IPCC, perubahan iklim

Downloads

Published

2025-06-03

Issue

Section

Articles