Optimasi Struktur Rumah Susun 3 Lantai Asrama Wiyata Tipe 24
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.62530Abstract
Desain prototipe struktur bangunan umumnya mengikuti pendekatan kondisi terburuk untuk memastikan keamanan terhadap beban maksimum, termasuk beban gempa. Salah satu elemen struktural yang lazim digunakan untuk meningkatkan kekakuan lateral adalah dinding geser. Namun, pada bangunan rendah seperti rumah susun tiga lantai di wilayah Sulawesi Utara yang termasuk dalam kategori risiko seismik menengah hingga tinggi, penerapan dinding geser belum tentu merupakan kebutuhan struktural yang mutlak. Selain berdampak pada peningkatan volume beton, keberadaan dinding geser juga memerlukan fondasi dengan dimensi yang lebih besar, yang pada akhirnya memengaruhi efisiensi biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan struktur Rumah Susun Asrama Wiyata Tipe 24 melalui penghilangan dinding geser tanpa mengorbankan kekuatan dan kinerja seismik bangunan. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS dengan sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang dirancang berdasarkan SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 2847:2019. Evaluasi dilakukan terhadap simpangan antar tingkat, rasio drift, kekuatan elemen struktur, serta pemenuhan prinsip Strong Column–Weak Beam. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun penghilangan dinding geser menyebabkan peningkatan simpangan antar tingkat sebesar 10,63% pada arah-X dan 171,41% pada arah-Y, nilai tersebut masih berada dalam batas yang diperkenankan. Gaya dalam seperti momen dan geser juga mengalami peningkatan sekitar 5%. Secara keseluruhan, struktur yang telah dioptimasi tetap memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan, dan daktilitas sesuai standar, sehingga dapat disimpulkan bahwa penghilangan dinding geser memungkinkan peningkatan efisiensi desain tanpa mengurangi kinerja struktural secara signifikan.
Kata kunci: optimasi struktur, rumah susun, dinding geser, SRPMK, ETABS, SNI