Analisis Sistem Plambing Air Bersih Dan Air Limbah Di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.62755Abstract
Sistem plambing memegang peran krusial dalam fungsionalitas dan sanitasi bangunan. Analisis ini mengkaji sistem plambing air bersih dan air limbah pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK Provinsi Sulawesi Utara, sebuah fasilitas kesehatan yang memiliki 11 lantai, dengan mengacu pada SNI 8153:2015. Penentuan kebutuhan air bersih didasarkan pada estimasi per jumlah tempat tidur (bed), mengacu pada SNI 03-7065-2005 dan SNI 8153:2015. Untuk kebutuhan air bersih harian mencapai 189,6 m³/hari, dengan puncak konsumsi sebesar 15.80 m³/jam dan 0.53 m³/menit. Rumah sakit ini menggunakan Ground Reservoir dengan volume sebesar 53.2 m³ dan untuk Rooftank adalah 9.22 m3. Pada lantai 9 sampai 11, ditambahkan pompa booster berdaya 5.5 kW. Analisis sistem perpipaan di RSUD ODSK menunjukkan bahwa pipa cabang mendatar untuk air bersih dari shaft ke tiap lantai saat ini lebih kecil dari standar yang disarankan, sehingga perlu penyesuaian. Untungnya, ukuran pipa dinas dan pipa ke setiap alat plambing (wastafel, shower, kloset, dll.) sudah sesuai. Untuk sistem perpipaan air buangan (Black Water dan Grey Water), meskipun pipa yang terpasang saat ini lebih besar dari rekomendasi standar, secara keseluruhan sistem ini tetap memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 8153:2015. Selain itu, sistem ventilasi yang terpasang juga sudah memenuhi persyaratan, memastikan sirkulasi udara optimal pada jaringan pipa air buangan.
Kata kunci: sistem plambing, air bersih, air limbah, RSUD ODSK, SNI 8153-2015