Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Roong Di Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.62961Abstract
Sungai memiliki peranan penting dalam siklus hidrologi, yakni mengalirkan air hujan kembali ke laut. Debit sungai dipengaruhi oleh curah hujan, kemiringan wilayah, dan luas daerah aliran sungai (DAS). Jika debit melebihi kapasitas alur sungai, banjir dapat terjadi dan menyebabkan kerugian, khususnya di daerah permukiman serta infrastruktur. Sungai Roong di Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, merupakan salah satu sungai yang mengalami banjir akibat curah hujan tinggi berdurasi panjang. Banjir ini menyebabkan kerusakan rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir dan tinggi muka air Sungai Roong berdasarkan berbagai kala ulang. Metode yang digunakan meliputi pemodelan hidrologi dengan HEC-HMS dan hidraulik dengan HEC-RAS. Data yang digunakan adalah curah hujan harian maksimum, debit sungai, peta topografi, serta data penampang sungai dari survei lapangan. Curah hujan rencana dihitung menggunakan distribusi Log Pearson III, sedangkan debit banjir dihitung dengan metode HSS Soil Conservation Services (SCS), SCS Curve Number (CN) untuk kehilangan air, serta metode recession untuk aliran dasar (baseflow). Debit puncak dengan kala ulang hasil simulasi kemudian di analisis menggunakan HEC-RAS untuk menentukan elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil menunjukkan adanya luapan pada STA +25 meter hingga STA +200 meter untuk kala ulang 2 tahun sampai kala ulang 100 tahun. Disarankan peninggian talud dan pembersihan sungai secara berkala.
Kata kunci: Sungai Roong, debit banjir, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS, kala ulang