Analisis Daya Dukung Fondasi Tiang Pancang Pada Pembangunan Gedung Utama OIKN

Authors

  • Pippo S. D. Supardi Universitas Sam Ratulangi
  • Agnes T. Mandagi Universitas Sam Ratulangi
  • Lanny D. K. Manaroinsong Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.62962

Abstract

Fondasi merupakan elemen penting dalam konstruksi yang berfungsi menyalurkan beban bangunan ke tanah di bawahnya. Pada pembangunan gedung utama OIKN, kondisi tanah berupa lempung dan digunakan fondasi tiang bor berdiameter 0,8 dan 1,0 meter dengan kedalaman 18 meter. Penelitian ini merencanakan penggunaan fondasi tiang pancang untuk mengevaluasi daya dukung dan penurunan yang terjadi dalam mendukung struktur atas bangunan. Penelitian ini merencanakan fondasi tiang pancang berdiameter 0,4 dan 0,6 meter dengan kedalaman 18 meter. Kapasitas daya dukung tiang dihitung berdasarkan data N-SPT menggunakan metode Meyerhof (1956), Decourt (1996), serta Shioi dan Fukui (1982). Perhitungan penurunan dilakukan secara empiris dan dibantu dengan software Plaxis 2D. Hasil analisis daya dukung tiang pancang tunggal (Qu) dan kelompok (Qg) menunjukkan variasi tergantung metode. Dengan diameter 0,4 m dan 0,6 m, metode Meyerhof menghasilkan Qu sebesar 203 Ton dan 339 Ton, serta Qg 271 Ton dan 332 Ton. Metode Decourt menghasilkan Qu 183 Ton dan 390 Ton, Qg 296 Ton dan 382 Ton. Metode Shioi-Fukui memberikan Qu 258 Ton dan 405 Ton, Qg 337 Ton dan 397 Ton. Penurunan tiang tunggal (S), kelompok (Sg), dan konsolidasi (Se) bervariasi antara 19,6–30,5 mm (S), 43–61 mm (Sg), dan 78–107 mm (Se). Hasil simulasi Plaxis 2D menunjukkan deformasi sebesar -48 cm (plastis) dan -63 cm (konsolidasi 360 hari).

 

Kata kunci: fondasi tiang pancang, kapasitas daya dukung fondasi, penurunan fondasi tiang

Downloads

Published

2025-07-23

Issue

Section

Articles