Pengaruh Putaran Balik (U-Turn) Terhadap Kinerja Jalan Pada Jalan Manado Outer Ringroad (MOR) I Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.62993Abstract
Ruas Jalan Manado Outer Ringroad (MOR) I adalah jalan lingkar yang mengitari Kota Manado dan berfungsi sebagai rute alternatif dalam kota sekaligus membantu mengalihkan arus lalu lintas yang melintasi Manado, serta bertujuan untuk mencegah terganggunya kapasitas dan kinerja jalan di Kota Manado. Adanya fasilitas bukaan median di ruas jalan ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan sehingga menimbulkan tundaan dan menyebabkan menurunnya kecepatan sehingga waktu tempuh kendaraan akan lebih lama dan jarak yang dapat ditempuh oleh kendaraan pun menjadi lebih pendek dibandingkan dengan waktu tempuh kendaraan pada keadaan normal. Berdasarkan hasil analisis untuk model terbaik yang diperoleh dari hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas yaitu model Greenshields pada hari Sabtu, 25 November 2023 putaran balik arah citraland ditunjukkan dengan nilai Koefisien Determinasi (R2 = 0,90136327) dan persamaan hubungan Volume- Kepadatan yaitu V = 35,8596373 D – 0,2109644 D2 dengan volume maksimum (Vc) sebesar 1322 smp/jam, kepadatan maksimum (Dc) sebesar 72 smp/jam, dan kecepatan saat macet total (DB) sebesar 122 smp/km. Karakteristik Gelombang Kejut yang terjadi untuk arus VA = 1250 smp/jam adalah Gelombang Kejut maju bentukan (ωDA = 22,3214 ), Gelombang Kejut diam depan (ωDB = 5,40984), Gelombang Kejut mundur bentukan (ωAB = -8.9393), Gelombang Kejut maju pemulihan (ωDC = 71,9232), Gelombang Kejut mundur pemulihan (ωCB = -13,229), Gelombang Kejut bergerak maju searah pergerakan lalu lintas (ωAC = 4,5508). Pengaruh kendaraan yang melakukan U-Turn selama 60 detik membuat panjang antrian maksimum (QM = 459,48 meter).
Kata kunci: kinerja jalan, PKJI 2014, U-Turn, gelombang kejut (shockwave)