Analisis Geometrik Jalan Perencanaan Ruas Jalan Tanggari – Makawembeng – Papakelan STA 0+000 – STA 3+200
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.63007Abstract
Perencanaan ruas jalan Tanggari – Makawembeng – Papakelan merupakan salah satu perencanaan infrastruktur jalan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Provinsi Sulawesi Utara. Ruas jalan ini menghubungkan dua kabupaten, yaitu Minahasa Utara dan Minahasa, serta memiliki peran strategis sebagai jalur utama aktivitas sosial dan ekonomi antarwilayah. Namun, kondisi topografi yang menantang dan keterbatasan dalam perencanaan geometrik menyebabkan sejumlah ketidaksesuaian terhadap standar teknis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data geometrik berdasarkan desain perencanaan dari instansi terkait, berupa alinyemen horizontal dan vertikal, serta volume pekerjaan tanah (galian dan timbunan) pada ruas jalan sepanjang 3,2 km (STA 0+000 – STA 3+200). Selanjutnya, dilakukan perhitungan dan redesain secara manual, yang kemudian divisualisasikan menggunakan perangkat lunak AutoCAD Civil 3D dengan mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan No. 20/SE/Db/2021. Hasil redesain tersebut dibandingkan dengan desain awal yang disusun oleh instansi terkait. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa desain awal belum sepenuhnya memenuhi ketentuan geometrik, ditinjau dari aspek kecepatan rencana, radius tikungan, nilai superelevasi, jarak antar tikungan, gradien, serta panjang lengkung vertikal. Redesain dengan kecepatan rencana 40 km/jam menunjukkan bahwa seluruh parameter geometrik telah memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk radius minimum, nilai superelevasi, dan jarak pandang. Volume pekerjaan tanah pada desain awal tercatat sebesar 113.832,97 m³. Sementara itu, hasil desain ulang menunjukkan volume galian sebesar 429.591,30 m³ dan volume timbunan sebesar 142.307,98 m³, dengan selisih sebesar 287.283,32 m³. Perbedaan volume ini disebabkan oleh penyesuaian terhadap kondisi medan dan penerapan standar teknis geometrik yang lebih sesuai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dalam peningkatan kualitas perencanaan jalan, khususnya pada wilayah dengan karakteristik topografi kompleks.
Kata kunci: geometrik jalan, alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, volume galian dan timbunan, redesain