Analisis Kelayakan Wilayah Sulawesi Utara Sebagai Kawasan Prioritas Pembangunan Green Building

Authors

  • Fiska C. E. Pangalila Universitas Sam Ratulangi
  • Jessen G. Potalangi Universitas Sam Ratulangi
  • Yosia N. Wijaya Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.63133

Abstract

Perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan menuntut penerapan strategi pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui konsep bangunan hijau (green building). Penelitian ini menganalisis kelayakan Provinsi Sulawesi Utara sebagai kawasan prioritas pengembangan green building ditinjau dari aspek lingkungan, sosial budaya, dan kebijakan. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara semi-terstruktur di Manado, Bitung, dan Likupang. Hasil penelitian menunjukkan potensi besar berupa sumber daya energi terbarukan (geotermal, surya, biomassa), iklim tropis yang mendukung desain bangunan pasif, dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Nilai sosial budaya seperti mapalus (gotong royong) dan pemanfaatan material lokal memperkuat penerimaan masyarakat terhadap konsep ini. Tantangan utama mencakup keterbatasan infrastruktur hijau, rendahnya literasi lingkungan, dan minimnya regulasi teknis. Analisis SWOT mengungkap peluang dari dukungan kebijakan nasional, pertumbuhan pariwisata, dan potensi investasi hijau. Diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas teknis, insentif fiskal, serta edukasi publik agar Sulawesi Utara menjadi model green building di kawasan timur Indonesia dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Kata kunci: green building; pembangunan berkelanjutan; Sulawesi Utara; energi terbarukan, kebijakan lingkungan

Downloads

Published

2025-06-26

Issue

Section

Articles