Analisis Sedimentasi Di Muara Sungai Kampung Ambong
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.63135Abstract
Penelitian ini mengevaluasi proses sedimentasi di muara Sungai Kampung Ambong, Sulawesi Utara, dengan pendekatan kuantitatif berbasis data oseanografi dan spasial. Survei lapangan serta analisis data sekunder—meliputi karakteristik angin, data pasang surut, peta batimetri, dan citra satelit—digunakan untuk mengkaji dinamika sedimen. Gelombang dari arah barat laut dengan tinggi maksimum 0,982 meter dan periode 4,332 detik diidentifikasi sebagai faktor utama penggerak angkutan sedimen. Volume angkutan sedimen sejajar pantai mencapai 16.880,989 m³/tahun, jauh melebihi angkutan tegak lurus pantai sebesar 2.621,200 m³/tahun. Pola pasang surut semi-diurnal turut memperkuat sirkulasi masuk-keluar sedimen, yang memengaruhi morfologi muara. Transformasi gelombang di daerah pesisir seperti shoaling dan pecah gelombang meningkatkan mobilitas sedimen. Metode Coastal Engineering Research Center (CERC) digunakan untuk menghitung laju angkutan sedimen. Temuan ini menunjukkan adanya rezim sedimentasi aktif yang didominasi oleh proses sejajar pantai, sehingga diperlukan pengelolaan pesisir yang adaptif dan pemantauan secara berkala.
Kata kunci: sedimentasi, muara, CERC, Kampung Ambong