Perencanaan Manajemen Proyek Dalam Meningkatkan Efisiensi Dan Efektifitas Sumber Daya Perusahaan (Studi Kasus: PT. Pacifik Nusa Indah)

Authors

  • Leidy M. Rompas Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.63544

Abstract

Manajemen proyek merupakan strategi yang perlu dilakukan dalam mencapai efisiensi dan efektifitas suatu perusahaan. Perkembangan pada era teknologi masa ini sejalan dengan berkembangnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, seperti PT. Pacifik Nusa Indah. Perencanaan proyek tersebut dapat disusun menggunakan Work Breakdown Structure (WBS), Cirital Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT). Manajemen proyek dapat pula digunakan untuk memperkirakan adanya percepatan proyek (crashing) pada Proyek Penggantian Jembatan Panding Cs oleh kontraktor pelaksana PT. Pacifik Nusa Indah. Dengan penyusunan suatu manajemen proyek yang baik, maka dapat dilakukan estimasi waktu dan biaya yang diperlukan dalam menjalankan proyek, sehingga dapat meminimasi kerugian biaya akibat kemungkinan keterlambaran proyek. Perencanaan manajemen proyek yang dilakukan untuk menjalankan Proyek Penggantian Jembatan Panding Cs oleh kontraktor pelaksana PT. Pacifik Nusa Indah, alternatif 1 dapat dilihat bahwa proyek Penggantian Jembatan Panding Cs Kabupaten Kepulauan Talaud dapat diselesaikan dalam waktu 170 hari sedangkan waktu pelaksanaan yang diberikan adalah 240 hari. Berarti akan ada penghematan waktu pengerjaan selama 70 hari, dengan menerapkan sistem kerja lembur atau penambahan waktu kerja, maka akan dianalisa perhitungannya, yaitu dengan menambah jam kerja efektif dalam 1 hari semula: 7 jam menjadi: 13 jam khususnya pada pekerjaan Baja Tulangan Sirip-BjTS 280 dan Pemasangan Jembatan Rangka Baja, karena kedua pekerjaan tersebut berada dalam jalur kritis dan paling lama durasi pekerjaannya.Alternatif 2 dapat diselesaikan dalam waktu 223 hari sedangkan waktu pelaksanaan yang diberikan adalah 240 hari. Berarti akan ada penghematan waktu pengerjaan selama 17 hari. Hal ini dapat dilaksanakan apabila adanya penambahan waktu kerja efektif dalam 1 hari semula: 7 jam menjadi: 13 jam sehingga pekerjaan Baja Tulangan Sirip-BjTS 280 dapat terselesaikan semula: 117 hari menjadi: 63 hari dan pekerjaan Pemasangan Jembatan Rangka Baja dapat terselesaikan semula: 168 hari menjadi: 91 hari.

 

Kata kunci: manajemen proyek, WBS, CPM, PERT, crashing

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles