Analisis Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Media Larva Black Soldier Fly (BSF) Di Pasar Bersehati Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i92.63553Abstract
Sampah merupakan masalah global yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia, namun partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya masih kurang. Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil sampah terbesar, menghadapi tantangan serius, terutama karena praktik pembuangan yang tidak dikelola dengan baik, seperti penimbunan di TPA yang menyebabkan polusi dan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan ini dengan memanfaatkan larva BSF, yang berperan sebagai biotransformator alami untuk mengubah sampah organik menjadi produk bernilai tinggi sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Lokasi penelitian dan pengujian fasilitas pengolahan berada di Pasar Bersehati Manado. Untuk mengukur efektivitas, digunakan Indeks Pengurangan Sampah (Waste Reduction Index - WRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik di Pasar Bersehati saat ini belum optimal, di mana sampah langsung diangkut ke TPA tanpa pemilahan. Pasar ini menghasilkan 7,30 t sampah organik per hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa larva BSF sangat efektif dalam mereduksi sampah organik dengan nilai WRI sebesar 10,71%/hari, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dekomposisi alami tanpa larva BSF yang hanya 0,014%/hari. Ini membuktikan potensi besar larva BSF dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, meminimalkan emisi gas rumah kaca, dan menghasilkan produk sampingan seperti biomassa larva dan kompos organik. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini menyusun model perencanaan fasilitas pengolahan sampah organik dengan media larva BSF, yang mencakup area penerimaan sampah, gudang peralatan, area pembesaran larva, area pengembangbiakan lalat dewasa, kantor, serta area panen dan pasca panen.
Kata kunci: sampah organik, larva BSF, reduksi sampah