Analisis Data Pasang Surut Di Perairan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Menggunakan Metode Least Square

Authors

  • Wikal P. Paputungan Universitas Sam Ratulangi
  • Jeffry D. Mamoto Universitas Sam Ratulangi
  • Muhammad I. Jasin Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.63730

Abstract

Permukaan air laut yang berbatasan dengan pantai tidak pernah memiliki nilai ketinggian yang tetap melainkan bergerak naik turun dengan periode siklus yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya tarik benda-benda langit terutama gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Meskipun massa matahari jauh lebih besar dari massa bulan, namun gaya pembangkit yang dihasilkan bulan jauh lebih besar, yakni sebesar 53% dari total gaya keseluruhan sebagai akibat jaraknya yang lebih dekat. Secara administratif daerah pantai Kotabunan berada pada koordinat 0°48’29.62”N/124°39’28.29”E. Kecamatan Kotabunan memiliki total luas daerah seluas 189,82 Km2 dan mempunyai panjang pantai menurut pengukuran citra satelit sepanjang ± 25,51 km, dimana disepanjang pantai Kotabunan terdapat 9 bangunan pemecah gelombang yang bertujuan untuk mengendalikan abrasi dan untuk menenangkan gelombang. Keterbatasan informasi terkait pasang surut di perairan Kotabunana dapat dipenuhi menggunakan metode least square dalam hal penentuan karakteristik pasang surut seperti mencari tipe pasang surut, elevasi muka air laut dan peramalan pasang surut yang ada di sekitar perairan Kotabunan.  Penelitian ini menggunakan data pasang surut selama 15 hari yaitu pada bulan februari tahun 2025 dari website Badan Informasi Geospasial. Dengan menguraikan 10 komponen harmonik pasang surut menggunakan program MOD-LSQ (metode least square) akan di dapat amplitudo, elevasi muka air laut dan mencari bilangan formzahl untuk menentukan tipe pasang surut. Hasil penelitian mendapatkan elevasi muka air dengan nilai MSL adalah -0,0018. Nilai HHWL adalah 9,99687. Nilai LLWL  -8,451. Sedangkan untuk bilangan formzahl adalah 0,890. Hal ini menandakan bahwa diperairan Kotabunan memiliki tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda dimana dalam 1 hari terjadi 2 kali air pasang dan 2 kali air surut dengan ketinggian dan periode yang berbeda.

 

Kata kunci: pasang surut, perairan Kotabunan, metode Least Square

Downloads

Published

2025-08-29

Issue

Section

Articles