Analisa Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Triple M

Authors

  • Axel G. Sampel Universitas Sam Ratulangi
  • Muhammad I. Jasin Universitas Sam Ratulangi
  • Jeffry D. Mamoto Universitas Sam Ratulangi
  • Ariestides K. T. Dundu Universitas Sam Ratulangi
  • Arthur H. Thambas Universitas Sam Ratulangi
  • Cindy J. Supit Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.63884

Abstract

Pantai Triple M di Minahasa memiliki potensi ekologi dan ekonomi yang besar untuk kegiatan seperti perikanan dan wisata. Namun, kawasan ini menghadapi dinamika gelombang laut yang kompleks, khususnya pengaruh kedalaman terhadap transformasi gelombang. Adapun data penelitian yang diambil menggunakan data sekunder dengan selang waktu 5 tahun terakhir, yang kemudian dianalisis dan dibuat 2 titik tinjauan (A dan B) untuk memahami bagaimana perubahan kedalaman mempengaruhi proses transformasi gelombang. Berdasarkan hasil perhitungan di Pantai Triple M, menunjukan bahwa gelombang yang datang didominasi dari arah Timur Laut. Gelombang maksimum terjadi pada bulan Maret dengan nilai H = 1.326 m dan nilai T = 1.570 det. Dari hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa untuk proses transformasi gelombang seperti proses refraksi (Kr) dan shoaling (Ks) pada dua titik tinjauan tidak mengalami perbedaan dalam nilai yang dihasilkan. Namun, untuk gelombang pecah (Hb) menunjukkan adanya perbedaan antara tinggi gelombang pecah dan kedalaman gelombang pecah pada dua titik tinjauan yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan pantai dan mitigasi bencana yang lebih efektif. Adapun temuan didalamnya diharapkan dapat berkontribusi pada strategi manajemen pesisir serta mendukung konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Pantai Triple M.

 

Kata kunci: Pantai Triple M, Kombi, gelombang pecah, transformasi gelombang

Downloads

Published

2025-09-09

Issue

Section

Articles