Analisis Kuat Geser Tanah Berpasir Akibat Perubahan Suhu

Authors

  • Revival G. A. Togas Universitas Sam Ratulangi
  • Steeva G. Rondonuwu Universitas Sam Ratulangi
  • Jack H. Ticoh Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.63891

Abstract

Kuat geser tanah merupakan salah satu parameter penting dalam mendukung stabilitas konstruksi, khususnya pada tanah berpasir yang umumnya memiliki kohesi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan suhu melalui metode pemanasan (induksi thermal) terhadap parameter kuat geser tanah berpasir. Sampel tanah diambil dari Desa Pineleng II dan diuji menggunakan direct shear test dengan variasi suhu 80°C, 100°C, dan 110°C serta durasi 10, 17, dan 30 menit, termasuk pada kondisi siklus basah–kering. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan nilai kohesi dan sudut geser dalam setelah perlakuan panas. Nilai kohesi tertinggi dicapai pada suhu 110°C selama 17 menit sebesar 125,68 kPa, sedangkan sudut geser dalam tertinggi diperoleh pada kondisi basah–kering pada suhu 110°C selama 30 menit, yaitu 85,13°. Peningkatan kuat geser ini dipengaruhi oleh berkurangnya kadar air dan meningkatnya kerapatan tanah akibat pemanasan. Namun, pada kondisi tertentu suhu tinggi juga dapat menyebabkan penurunan kekuatan karena degradasi struktur butiran. Kesimpulannya, induksi thermal berpotensi sebagai metode alternatif perbaikan tanah berpasir yang efektif, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan daya dukung tanah fondasi pada konstruksi teknik sipil.

 

Kata kunci: kuat geser, tanah berpasir, kohesi, sudut geser dalam, induksi thermal

Downloads

Published

2025-09-09

Issue

Section

Articles