Analisis Pasang Surut Pantai Hais Di Desa Watuliney Dengan Metode Least Square
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.64194Abstract
Pantai merupakan zona transisi daratan dan laut yang memiliki peran penting dalam aktivitas sosial, ekonomi dan ekologi. Wilayah ini terus mengalami perubahan akibat interaksi berbagai faktor alam seperti gelombang, arus, dan pasang surut. Salah satu fenomenda dominan yang mempengareuhi dinamika Pantai adalah pasang surut air laut, yaitu naiknya permukaan air laut secara periodic akibat pengaruh gaya grafitasi bulan dan matahari. Pantai Hais di Desa Watuliney, Kecamatan Belang, yang berada pada titik koordinat 0°57'43.3"N/124°49'50.9"E merupakan wilayah pesisir dengan dinamika oseanografi yang kompleks, di mana pasang surut berperan penting bagi perikanan, pelayaran, dan perencanaan infrastruktur Pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut di Pantai Hais, Desa Watuliney, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara menggunakan metode Least Square. Data tinggi muka air laut selama 15 hari pada bulan April tahun 2025 diperoleh dari Badan Informasi Geospasial dan diolah menggunakan perangkat lunak MOD-LSQ untuk mendapatkan amplitudo, fase, serta elevasi muka air laut rata-rata (MSL), muka air tertinggi (HHWL), dan muka air terendah (LLWL). Hasil analisis menunjukkan terdapat 10 komponen harmonik dengan elevasi muka air HHWL 1,04 m, , MSL 0,00 m, dan LLWL -0,86 m. Nilai Formzahl sebesar 0,847 mengindikasikan tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda, di mana dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan ketinggian berbeda.
Kata kunci: Pantai Hais, Metode Least Square, pasang surut, bilangan Formzahl