Analisis Waktu Pelaksanaan Proyek dengan Metode Jalur Kritis (CPM) Pada Pekerjaan Penyediaan Air Baku Distrik Eligobel Kabupaten Merauke
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.64196Abstract
Penjadwalan waktu pelaksanaan proyek konstruksi merupakan aspek krusial yang sangat memengaruhi keberhasilan proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pelaksanaan pada pekerjaan Penyediaan Air Baku di Distrik Eligobel, Kabupaten Merauke, dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk Menyusun penjadwalan proyek secara efisien menggunakan bar chart dan metode jalur kritis, serta mengidentifikasi aktivitas-aktivitas kritis dan non-kritis yang berpengaruh terhadap kelancaran proyek. Metode yang digunakan adalah metode CPM, yang melibatkan identifikasi aktivitas, penyusunan diagram jaringan kerja (Network Diagram), perhitungan waktu mulai dan selesai untuk masing-masing aktivitas, serta penentuan lintasan kritis. Hasil analisis menunjukkan bahwa lintasan kritis proyek meliputi rangkaian aktivitas A-B-C1-C3.1-C3.2-D1-G-F-I-K-L-J-O-P dengan total durasi 26 minggu. Aktivitas – aktivitas tersebut memiliki nilai Total Float (TF) = 0, yang berarti tidak memiliki kelonggaran waktu dan harus dikelola secara ketat agar tidak menimbulkan keterlambatan proyek. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode CPM dan penyusunan perencanaan jaringan kerja yang baik, pelaksanaan proyek dapat dikendalikan secara lebih efektif. Identifikasi lintasan kritis memungkinkan pengelolaan waktu yang lebih optimal dan meminimalkan potensi keterlambatan proyek
Kata kunci: penjadwalan proyek, Critical Path Method (CPM), lintasan kritis, total float, jaringan kerja