Analisis Kinerja Operasional Pelabuhan Laut Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.64308Abstract
Pelabuhan Laut Manado merupakan prasarana vital yang mendukung konektivitas dan perekonomian Sulawesi Utara serta kawasan Indonesia Timur. Penelitian ini menganalisis kinerja operasional Dermaga 7 sebagai dermaga terpadat tahun 2024, menggunakan data sekunder yang dibandingkan dengan standar Peraturan Dirjen Perhubungan Laut No. HK.103/2/18/DJPL-16. Parameter yang dikaji meliputi rasio Effective Time/Berthing Time (ET/BT), produktivitas bongkar muat (Ton/Gang/Hour - T/G/H), dan tingkat penggunaan dermaga (Berth Occupancy Ratio - BOR). Hasilnya, rata-rata rasio ET/BT hanya 53% atau di bawah standar 70%, sehingga dinilai kurang baik. Sebaliknya, produktivitas bongkar muat general cargo mencapai rata-rata 36,97 T/G/H, melebihi standar minimal 20 T/G/H. Namun, BOR rata-rata 91% melebihi batas maksimal 80%, menunjukkan kepadatan dan waktu tambat yang belum efisien. Secara keseluruhan, meski produktivitas tenaga kerja tinggi, efisiensi waktu pelayanan dan pemanfaatan fasilitas tambat di Dermaga 7 masih perlu dioptimalkan agar kinerja operasional pelabuhan dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Kata kunci: kinerja operasional, Pelabuhan Manado, Berth Occupancy Ratio (BOR), Effective Time/Berthing Time (ET/BT), produktivitas bongkar muat