Model Numerik Perubahan Garis Pantai Sawangan Kecamatan Kombi
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.64410Abstract
Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh proses alami seperti gelombang, arus, pasang surut, serta aktivitas manusia. Pantai Sawangan di Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, merupakan salah satu kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi dan akresi sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk mendukung perencanaan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan perubahan garis pantai selama 10 tahun mendatang (2025–2035) dengan menggunakan perangkat lunak Coastal Engineering Design and Analysis System (CEDAS) pada modul Nearshore Evolution Modeling System (NEMOS). Data yang digunakan meliputi topografi dan batimetri, pasang surut, angin, serta parameter gelombang. Pemodelan numerik dilakukan dengan memanfaatkan modul GENESIS untuk menganalisis dinamika garis pantai. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tinggi gelombang pecah rata-rata sebesar 1,685 m pada kedalaman sekitar 1,5 m. Selama periode 10 tahun, pantai Sawangan mengalami abrasi maksimum sebesar -13,33 m pada koordinat y = -0,6 serta akresi maksimum sebesar +10,35 m pada koordinat y = 14,24. Total panjang pantai yang ditinjau adalah 403,04 m. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa garis pantai Sawangan mengalami perubahan signifikan berupa kombinasi abrasi dan akresi dengan distribusi yang bervariasi sepanjang pantai. Penelitian ini memberikan gambaran akurat mengenai pola perubahan garis pantai di Pantai Sawangan, yang dapat menjadi dasar penting untuk perencanaan dan pengelolaan pantai yang efektif dan berkelanjutan di masa depan.
Kata kunci: garis pantai, abrasi, akresi, pemodelan numerik, CEDAS-NEMOS, Pantai Sawangan Kombi