Model Numerik Perubahan Garis Pantai Kapataran Satu Kecamatan Lembean Timur

Authors

  • Firsli Runtunuwu Universitas Sam Ratulangi
  • Jeffry D. Mamoto Universitas Sam Ratulangi
  • Ariestides K. T. Dundu Universitas Sam Ratulangi
  • Arthur H. Thambas Universitas Sam Ratulangi
  • Muhammad I. Jasin Universitas Sam Ratulangi
  • Cindy J. Supit Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.64412

Abstract

Wilayah pesisir Pantai Kapataran Satu di Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa mengalami perubahan garis pantai yang disebabkan oleh faktor alami seperti gelombang, arus, dan pasang surut. Perubahan ini berdampak terhadap ekosistem pesisir dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan memodelkan perubahan garis pantai dalam kurun waktu 10 tahun (2025-2035) dan mengidentifikasi banyaknya abrasi dan akresi yang terjadi. Pemodelan dilakukan menggunakan aplikasi CEDAS-NEMOS dengan data angin 5 tahun terakhir dari NASA-POWER, data pasang surut dari SRGI-BIG, serta data topografi, bathimetri dan garis pantai dari GEBCO yang diolah menggunakan aplikasi Global Mapper. Hasil penelitian menunjukkan tinggi gelombang berkisar antara 1.329 hingga 2.139 m pada kedalaman 1-25 meter, dengan tinggi gelombang pecah 1.712 m pada kedalaman 1.476 m. Pemodelan perubahan garis pantai mengindikasikan terjadinya abrasi maksimum sebesar 14,48 m dengan rata-rata volume sedimen yang ter-transport akibat abrasi sebanyak 624.167 m³, sementara tidak terjadi akresi di lokasi penelitian. Penelitian ini menunjukkan Pantai Kapataran Satu mengalami abrasi signifikan yang memerlukan penanganan untuk pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan.

 

Kata kunci: Pantai Kapataran Satu, perubahan garis pantai, CEDAS-NEMOS

Downloads

Published

2025-10-09

Issue

Section

Articles