Analisis Pemodelan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Simulasi Numerik Di Pantai Triple M Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.64716Abstract
Pantai Triple M merupakan salah satu kawasan pesisir yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata dan pemukiman warga. Namun, wilayah ini menghadapi tantangan berupa mundurnya garis pantai hingga mencapai pemukiman warga akibat erosi yang disebabkan oleh gelombang dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi gelombang, memproyeksikan perubahan garis pantai dalam 10 tahun mendatang, serta menghitung volume sedimen yang tertransport menggunakan aplikasi CEDAS dengan modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi kecepatan angin 5 tahun terakhir dari situs web POWER (Prediction of Worldwide Energy Resources) milik NASA, data pasang surut dari Pangkalan Utama TNI AL VIII Kairagi, peta lokasi/satelit dari Google Earth, serta data batimetri dari GEBCO yang diolah menggunakan software Global Mapper. Tinggi gelombang yang didapatkan dari hasil perhitungan berkisar pada 1.345 m sampai 2.182 m pada kedalaman 1 m sampai 25 m, dengan tinggi gelombang pecah sebesar 0,8443 m pada kedalaman 1,089 m dan arah pecah sebesar 45 ̊. Simulasi menggunakan aplikasi CEDAS padamodul NEMOS, khususnya komponen GENESIS, menunjukkan gerusan maksimum terjadi pada koordinat y = 116,47 dengan nilai sebesar 28,53 m, sedangkan akresi maksimum terjadi pada koordinat y = 286,75 dengan nilai sebesar 47,75 m. Selain itu, rata-rata volume sedimen yang tertransport berdasarkan simulasi adalah gerusan sebesar 434,43 m³. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang dinamika pantai Triple M serta potensi dampaknya terhadap wilayah pesisir, yang dapat menjadi acuan untuk upaya mitigasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
Kata kunci: Pantai Triple M, Perubahan garis pantai, CEDAS-NEMOS