Analisis Karakteristik Gelombang Di Pantai Kapitu, Kab. Minahasa Selatan

Authors

  • Monica C. P. Tampilang Universitas Sam Ratulangi
  • Muhammad I. Jasin Universitas Sam Ratulangi
  • Jeffry D. Mamoto Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v23i93.64727

Abstract

Pantai merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan alam, terutama akibat gelombang laut. Pantai Kapitu merupakan suatu daerah di Kabupaten Minahasa Selatan, yang sebagian besar penduduknya bermukim dekat pantai dan berprofesi sebagai nelayan. Aktivitas manusia serta gelombang besar yang terjadi pada bulan-bulan tertentu menyebabkan abrasi yang mengancam permukiman dan infrastruktur. Oleh karena itu, penelitian mengenai karakteristik gelombang di Pantai Kapitu dilakukan sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah dominan gelombang berasal dari Barat Laut (Northwest) dengan tinggi gelombang maksimum mencapai ±1,08 meter dan periode gelombang sekitar 4,43 detik. Dengan koefisien refraksi berkisar antara 1 sampai 1,612412, koefisien shoaling (pendangkalan) berkisar antara 0,8362 sampai 1,3563 serta koefisien difraksi berkisar antara 0,326 sampai 0, 4333. Selanjutnya, untuk gelombang pecah diperoleh tinggi gelombang pecah maksimum (Hb) sebesar 1,2578 m dan gelombang pecah pada kedalaman (db) 1,54086 m.

 

Kata kunci: gelombang laut, hindcasting, Pantai Kapitu, transformasi gelombang

Downloads

Published

2025-10-29

Issue

Section

Articles