Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Pembangunan Rusunawa Pendidikan Tuminting (DAU Peruntukan)
Abstract
Pekerjaan dibidang konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Jika tidak dicegah, kecelakaan ini bisa menyebabkan kerugian besar, termasuk biaya kompensasi untuk pekerja yang terluka. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat penting dalam proyek konstruksi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk melindungi para pekerja dari bahaya dan risiko yang ada di tempat kerja. Tujuannya adalah untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui kebijakan dan prosedur yang tepat. Lingkungan kerja yang aman dan sehat juga dapat meningkatkan produktivitas dan memastikan perusahaan mematuhi aturan yang berlaku. Untuk mengurangi risiko kecelakaan, diperlukan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penilaian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada proyek Pembangunan Rusunawa Pendidikan Tuminting (DAU Peruntukan) mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan faktor-faktor apa saja yang tidak terpenuhi. Melalui hasil audit dan analisis dari 122 kriteria (tingkat transisi) sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja didapatkan bahwa proyek Pembangunan Rusunawa Pendidikan Tuminting (DAU Peruntukan) termasuk pada ketegori baik dengan nilai persentase terpenuhi 62,30% dan tidak terpenuhi (kategori minor dan major) sebesar 37,70%.