Analisis Spasial Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tikala Menggunakan Metode USLE Dan Sistem Informasi Geografis
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v23i94.66393Abstract
Daerah Aliran Sungai (DAS) Tikala merupakan salah satu sub-sistem hidrologi penting di Sulawesi Utara yang berperan sebagai daerah tangkapan air bagi Kota Manado. Perubahan tata guna lahan serta kondisi topografi yang bervariasi berpotensi meningkatkan laju erosi tanah dan sedimentasi sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial dan luasan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di DAS Tikala menggunakan pendekatan Universal Soil Loss Equation (USLE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Keunggulan penelitian ini terletak pada pemanfaatan platform berbasis cloud computing, yaitu Google Earth Engine (GEE), untuk mengekstraksi parameter erosi yang meliputi faktor erosivitas hujan (R) periode 2018–2023, erodibilitas tanah (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), serta faktor tutupan lahan (C). Data batas DAS Tikala diperoleh dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Tondano yang merupakan pengembangan dari penelitian penulis sebelumnya. Seluruh parameter USLE diolah secara spasial menggunakan perangkat lunak QGIS untuk menghasilkan peta laju erosi dan klasifikasi TBE. Hasil analisis menunjukkan bahwa DAS Tikala memiliki luas total 8.425 ha dan didominasi oleh kelas TBE Sangat Ringan seluas 7.968,75 ha (94,5%). Namun demikian, terdapat area kritis dengan kategori Berat dan Sangat Berat seluas sekitar 50 ha (0,6%) yang memerlukan prioritas penanganan konservasi lahan.
Kata kunci: DAS Tikala, Google Earth Engine, QGIS, Tingkat Bahaya Erosi, USLE