Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Kota Manado, Kec. Malalayang, Kel. Bahu)
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i95.66681Abstract
Perkembangan perkotaan di Kota Manado meningkatkan kebutuhan mobilitas harian, khususnya di Kelurahan Bahu (Kecamatan Malalayang) yang memadukan permukiman, pendidikan, dan perdagangan. Penelitian ini memetakan karakteristik sosial-ekonomi warga, pola pemilihan moda, serta menguji pengaruhnya terhadap pilihan moda transportasi. Survei kuesioner pada 100 responden mengamati tiga alternatif: kendaraan pribadi, angkutan umum, dan angkutan umum online. Data dianalisis dengan model Multinomial Logit (MNL) berbantuan SPSS, dengan kendaraan pribadi sebagai kategori referensi; enam variabel utama digunakan setelah penyederhanaan, mencakup jenis kelamin, usia, pendapatan bulanan, kepemilikan kendaraan, tujuan perjalanan, frekuensi perjalanan, dan biaya transportasi. Hasil menunjukkan angkutan umum paling dominan (39%), diikuti angkutan umum online (31%) dan kendaraan pribadi (30%). Uji kelayakan menegaskan model signifikan (Chi-square 131,944; p<0,001) dengan daya jelaskan tinggi (Nagelkerke R² 0,826). Jenis kelamin, usia, pendapatan, dan tujuan perjalanan berpengaruh terhadap pemilihan moda. Implikasinya, peningkatan kualitas dan aksesibilitas angkutan umum perlu diprioritaskan dengan mempertimbangkan perbedaan sosial-ekonomi masyarakat.
Kata kunci: pemilihan moda transportas, karakteristik sosial ekonomi, Kota Manado