Pemetaan Topografi Kelurahan Malendeng Berbasis Geographic Information System (GIS)
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i95.66683Abstract
Perkembangan kawasan perkotaan menuntut perencanaan ruang berbasis data spasial yang akurat, termasuk informasi topografi. Survei topografi terestris memang presisi, namun kurang efisien untuk wilayah luas atau medan sulit. Penelitian ini memanfaatkan Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) dari BIG beresolusi ±8 m (datum vertikal EGM2008) sebagai data representatif pada skala kelurahan, dengan dukungan GIS untuk menghasilkan peta elevasi dan kontur di Kelurahan Malendeng. Data DEMNAS dipraproses melalui pengunduhan, mosaik raster, clipping batas administrasi, dan penyesuaian proyeksi UTM, lalu divisualisasikan sebagai peta topografi. Keterkaitan hasil olahan dengan kondisi lapangan diuji secara indikatif menggunakan titik GPS handheld melalui selisih elevasi (Δh) dan RMSE. Sebagai ilustrasi pemanfaatan, dilakukan simulasi analisis pekerjaan tanah pada area 50 m × 70 m dengan elevasi rencana 29,650 m yang menghasilkan galian 7.173,40 m³, timbunan 6.769,91 m³, dan selisih bersih 403,49 m³ (galian lebih besar). Hasil menunjukkan DEMNAS efektif untuk pemetaan dan analisis awal berbasis GIS.
Kata kunci: DEMNAS, Geographic Information System (GIS), peta topografi