Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Saluwangko Desa Tounelet, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i95.66788Abstract
Banyaknya manfaat dari sungai tidak lepas dari kemungkinan terjadinya bencana apabila debit air sedang tinggi, terlebih pada saat musim penghujan tiba, sehingga jika sungai meluap dapat meluap dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Sungai Saluwangko yang berada di Desa Tounelet, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, merupakan salah satu sungai yang berdasarkan pernyataan warga setempat bahwa pada saat musim penghujan sungai ini dapat meluap dan bisa menggenangi pekarangan rumah warga yang tinggal di sekitar sungai. Penelitian dilakukan untuk menganalisis debit banjir dan tinggi muka air Sungai Saluwangko pada berbagai kala ulang. Metode yang digunakan mencakup pemodelan hidrologi dengan HEC-HMS dan pemodelan hidraulik menggunakan HEC-RAS. Data yang dianalisis meliputi curah hujan harian maksimum, debit sungai, peta topografi, serta penampang sungai hasil survei lapangan. Curah hujan rencana dihitung dengan distribusi Log Pearson III, dan penentuan debit banjir menggunakan metode HSS Soil Conservation Services (SCS), SCS Curve Number (CN) untuk memperkirakan kehilangan air, serta metode recession untuk aliran dasar (baseflow). Debit puncak hasil simulasi pada berbagai kala ulang kemudian dianalisis menggunakan HEC-RAS untuk mengetahui elevasi muka air pada penampang yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan adanya luapan pada STA +25 meter hingga STA +200 meter untuk kala ulang 2 tahun hingga 100 tahun. Sehingga disarankan menambah tinggi talud serta melakukan pembersihan sungai secara rutin.
Kata kunci: Sungai Saluwangko, debit banjir, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS, kala ulang