Model Numerik Perubahan Garis Pantai Tuturuga Kecamatan Kombi
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i95.66869Abstract
Kawasan pesisir merupakan salah satu aspek kehidupan yang berperan penting terutama untuk kehidupan yang ada di sekitarnya. Perubahan garis pada wilayah pesisir pantai menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi dan harus mendapatkan langkah mitigasi untuk mengurangi resiko kerusakan di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan perubahan garis pantai yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun kedepan dengan bantuan perangkat lunak CEDAS-NEMOS. Dilakukan pengambilan data-data untuk menjalankan pemodelan perubahan garis pantai Tuturuga, seperti data tapografi bathimetri, data kecepatan angin, data pasang surut dan data garis pantai data angin 5 tahun terakhir dari NASA POWER, data pasang surut dari SRGI-BIG. Hasil penelitian menunjukkan tinggi gelombang berkisar antara 1.5274 sampai 1.6746 m pada kedalaman 1-25 meter, dengan tinggi gelombang pecah 1.5274 m pada kedalaman 1.337 m. Pemodelan perubahan garis pantai mengindikasikan terjadinya penambahan maksimum 2.75 m dengan rata-rata volume sedimen yang ter-transport akibat abrasi sebanyak 1.42 m³, sementara tidak terjadi abrasi di lokasi penelitian. Penelitian ini menunjukkan Pantai Tuturuga mengalami akresi signifikan yang memerlukan penanganan untuk pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan.
Kata kunci: Pantai Tuturuga, perubahan garis pantai, CEDAS-NEMOS