Evaluasi Implementasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Bolaang Mongondow Selatan

Authors

  • Faisya A. Paputungan Universitas Sam Ratulangi
  • Grace Y. Malingkas Universitas Sam Ratulangi
  • Febrina P. Y. Sumanti Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v24i95.66872

Abstract

Sektor konstruksi merupakan sektor industri dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi hal yang sangat penting, khususnya pada proyek pembangunan gedung rumah sakit yang memiliki kompleksitas risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan implementasi K3 serta mengidentifikasi faktor kendala penerapannya pada pekerjaan arsitektur proyek pembangunan gedung rumah sakit umum daerah Bolaang Mongondow Selatan.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran melalui pengumpulan data berupa kuisioner, observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen K3 proyek. Evaluasi kepatuhan didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970, Permenaker & Transmigrasi No. 01 Tahun 1980, dan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan kualitatif deskriptif serta diperkuat dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan implementasi K3 sebesar 66,67% dan termasuk dalam kategori patuh. Penerapan K3 telah berjalan pada aspek manajemen keselamatan, seperti pemasangan rambu-rambu K3, pelaksanaan safety morning dan safety induction, serta pemeliharaan peralatan kerja. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian pada penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan keterbatasan fasilitas kesiapsiagaan darurat. Faktor kendala meliputi keterbatasan sumber daya manusia, perilaku pekerja yang belum konsisten, serta aspek teknis dan operasional.

 

Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kepatuhan K3, pekerjaan arsitektur, proyek konstruksi

Downloads

Published

2026-03-03

Issue

Section

Articles