Studi Analisis Perilaku Kekakuan Sambungan Balok Kolom Baja Sumbu Minor
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i95.67040Abstract
Perancangan sambungan merupakan aspek kritikal dalam struktur baja. Untuk struktur baja dengan profil I/HWF, sambungan terbagi menjadi sambungan sumbu kuat dan sumbu lemah. Kurangnya studi literatur ataupun standar yang meneliti sambungan balok-kolom penahan momen di sumbu minor kolom menjadi alasan pembuatan penelitian ini. Perilaku sambungan balok-kolom sumbu minor diamati dari tiga tipe variasi sambungan penahan gaya momen, yaitu Sambungan A (Box Strengthened + Haunch), Sambungan B (Stub + Haunch), dan Sambungan C (Endplate + Haunch). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak IDEA Statica dengan didasarkan metode Component-Based Finite Element Method (CBFEM). Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif berdasarkan tiga parameter pembanding utama, yaitu kekakuan, kekuatan, distribusi tegangan dan regangan. Hasilnya menunjukkan bahwa Sambungan A (Box Strengthened + Haunch) merepresentasikan kinerja sambungan terbaik dan merupakan satu-satunya sambungan yang terklasifikasi sebagai sambungan Terkekang Penuh (Fully Restrained), sedangkan sambungan B dan C terklasifikasi sebagai sambungan Terkekang Sebagian (Partially Restrained). Sambungan A berhasil mendistribusikan tegangan dengan baik pada komponen skin plate, pelat diafragma dan flange kolom, juga sangat meminimalisir tegangan dan regangan pada badan kolom (Web). Sebaliknya, pada sambungan B dan C, distribusi tegangan yang besar terjadi pada badan kolom, sehingga kegagalan terjadi pada badan kolom, sebelum sambungan dan elemen baloknya mencapai kekakuan dan kapasitas maksimumnya.
Kata kunci: sambungan balok-kolom baja, sumbu lemah, box-strengthened, haunch, kekakuan sambungan, CBFEM, IDEA StatiCa