Pengaruh Kegiatan Perkebunan Terhadap Kualitas Air Danau Moat Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

Authors

  • Gerald Pongoh Universitas Sam Ratulangi
  • Herawaty Riogilang Universitas Sam Ratulangi
  • Revo L. Inkiriwang Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v24i95.67373

Abstract

Danau Moat merupakan salah satu sumber daya air penting yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan domestik, perikanan, pariwisata, dan aktivitas lainnya. Namun, meningkatnya aktivitas perkebunan di kawasan daerah tangkapan air berpotensi menimbulkan pencemaran melalui limpasan pupuk kimia/organik, pestisida, limbah sisa panen dan gagal panen serta erosi tanah yang masuk ke badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Danau Moat dengan mengukur parameter Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), Total Suspended Solid (TSS), pH, Nitrat (NO₃⁻), dan Fosfat (PO₄³⁻), serta membandingkannya dengan baku mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih berada dalam ambang batas baku mutu. Namun, nilai BOD pada titik I yang berdekatan dengan area perkebunan melebihi standar yang ditetapkan, mengindikasikan tingginya beban bahan organik akibat aktivitas perkebunan. Nilai COD pada titik I tersebut juga berada pada ambang batas, sementara parameter DO, TSS, Nitrat, Fosfat, dan pH relatif memenuhi kriteria kualitas air kelas II. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pencemaran yang bersumber dari aktivitas perkebunan, terutama melalui limpasan permukaan saat hujan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lahan dan penerapan sistem konservasi daerah tangkapan air (DTA) secara berkelanjutan guna menjaga keseimbangan ekosistem danau serta menjamin keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air bagi masyarakat di sekitar danau moat.

 

Kata kunci: kualitas air, aktivitas perkebunan, BOD, baku mutu air, Danau Moat

Downloads

Published

2026-04-20

Issue

Section

Articles