Respons Psikologis Masyarakat Terhadap Proyek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi: Kekhawatiran Ekspansi Lahan Dan Kehilangan Air Permukaan pada PLTP Unit 5 & 6 (2×20 MW), Kecamatan Tompaso, Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.67916Abstract
Dalam konteks pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 5 dan 6 (2×20 MW) di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, telah muncul dampak psikologis berupa kekhawatiran masyarakat terkait potensi perluasan penggunaan lahan untuk pembangunan infrastruktur dan instalasi pipa. Kekhawatiran signifikan lainnya adalah kemungkinan berkurangnya debit air permukaan yang berasal dari mata air alami, yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tonsewer Selatan untuk kegiatan pertanian hortikultura. Sektor hortikultura merupakan sumber utama mata pencaharian masyarakat Tonsewer Selatan. Oleh karena itu, sumber daya air dan lahan merupakan aset vital yang harus dijaga kelestarian dan keberlanjutannya. Berdasarkan kekhawatiran tersebut, masyarakat Tonsewer Selatan menyatakan penolakan terhadap proyek pengembangan panas bumi yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Menanggapi permasalahan tersebut serta untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, Asisten II Pemerintah Kabupaten Minahasa menginisiasi suatu kajian ilmiah. Kajian ini meliputi: (i) identifikasi asal-usul air mata air, (ii) evaluasi potensi dampak proyek pengembangan panas bumi Unit 5 dan 6 (2×20 MW), dan (iii) identifikasi daerah imbuhan (recharge area) baik untuk mata air maupun reservoir panas bumi. Melalui kajian ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai keberlanjutan mata air dalam kaitannya dengan keseluruhan proses pengembangan panas bumi. Selain itu, melalui diseminasi dalam bentuk seminar, diharapkan tercapai solusi optimal antara masyarakat dan PT PGE sebagai pengembang, sehingga pembangunan Unit 5 dan 6 dapat berjalan secara efektif tanpa memberikan dampak negatif terhadap sumber daya air alami yang menjadi tumpuan masyarakat Tonsewer Selatan.
Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, keberlanjutan sumber daya air, hidrogeologi, persepsi masyarakat, win win solutions