Penetapan Prioritas Pengembangan SPAM Berdasarkan Proyeksi Kebutuhan Air Dan Kesiapan Kelembagaan Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

Authors

  • Herawaty Riogilang Universitas Sam Ratulangi
  • Sisca V. Pandey Universitas Sam Ratulangi
  • Meike M. Kumaat Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.67917

Abstract

Penguatan layanan air minum di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tidak dapat bertumpu pada penambahan kapasitas produksi saja. Peningkatan kinerja juga harus menilai mutu air baku, efisiensi distribusi, dan kesiapan kelembagaan pengelola. Artikel ini merumuskan prioritas pengembangan SPAM dengan menelaah proyeksi kebutuhan air, pilihan sumber air baku, hasil pengujian kualitas air, serta kondisi institusi daerah. Penelitian memakai studi kasus deskriptif-analitis dengan memanfaatkan bahan RISPAM 2021, publikasi statistik, regulasi nasional, dan literatur terkini tentang kualitas air serta non-revenue water. Hasil sintesis memperlihatkan bahwa sistem yang ada telah memiliki fondasi operasional, tetapi masih dihadapkan pada ketidaksinkronan data pelanggan, indikasi kehilangan air, dan kapasitas pengelolaan yang terbatas. Sungai Buyat tampil sebagai alternatif sumber air permukaan paling menjanjikan untuk jangka panjang, diikuti Sungai Nuangan dan Poigar-Guaan. Karena seluruh sampel air baku menunjukkan kontaminasi mikrobiologi, pengembangan sumber permukaan harus disertai pengolahan penuh dan desinfeksi yang andal. Prioritas yang direkomendasikan mencakup pemutakhiran data pelanggan, penguatan meterisasi dan penurunan NRW, penegasan sumber utama, peningkatan instalasi pengolahan, serta pembenahan kelembagaan dan kebijakan tarif.

 

Kata kunci: Sistem Penyediaan Air Minum, air baku, kualitas air, kesiapan kelembagaan, Bolaang Mongondow Timur

Downloads

Published

2026-05-23

Issue

Section

Articles