Pemodelan Perubahan Garis Pantai Akibat Kenaikan Muka Air Laut Dan Intensitas Gelombang Menggunakan Pemodelan Perubahan Numerik
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.67938Abstract
Garis pantai merupakan batas dinamis pertemuan daratan dan air laut yang rentan mengalami perubahan spasial akibat kenaikan muka air laut global dan fluktuasi intensitas gelombang musiman. Pantai Malalayang Kota Manado merupakan wilayah pesisir strategis yang memiliki kerentanan geomorfologis terhadap ancaman abrasi. Keterbatasan data prediktif mengenai arah dan laju abrasi menghambat efektivitas mitigasi bencana di kawasan pesisir ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hidrodinamika, mengkaji pengaruh interaksi kenaikan muka air laut dan gelombang, serta memprediksi visualisasi spasial perubahan garis pantai Malalayang untuk jangka waktu 6 tahun ke depan. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui pemodelan numerik dua dimensi berbasis piranti lunak MIKE 21. Simulasi diintegrasikan menggunakan kopel tiga modul utama: Hydrodynamic Module (HD), Spectral Wave Module (SW), dan Sand Transport Module (ST) yang dijalankan pada skenario tiga musim (Musim Barat, Musim Timur, dan Musim Peralihan). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa intensitas gelombang signifikan ($Hs$) dan kecepatan arus puncak terjadi pada Musim Barat yang memicu laju abrasi paling agresif di area pantai terbuka. Berdasarkan estimasi laju perubahan tahunan hasil ekstrapolasi model, diprediksi dalam jangka 6 tahun ke depan garis pantai Malalayang berpotensi mengalami kemunduran (abrasi) maksimum hingga mencapai 4,1 m pada wilayah kritis pesisir terbuka. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi landasan data teknis ilmiah bagi pemerintah daerah dalam merancang infrastruktur bangunan pengaman pantai (coastal defense structures) secara efektif.
Kata kunci: perubahan garis pantai, kenaikan muka air laut, intensitas gelombang, MIKE 21, Pantai Malalayang