Analisis Kestabilan Lereng Timbunan Dengan Sistem GRS Pasca Longsor Pada SPAM Ratahan, Tosuraya Barat, Kab. Minahasa Tenggara

Authors

  • Gilang P. R. Sineke Universitas Sam Ratulangi
  • Roski R. I. Legrans Universitas Sam Ratulangi
  • Alva N. Sarajar Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.67972

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kegagalan lereng pada lokasi SPAM Ratahan, Kelurahan Tosuraya Barat, Kabupaten Minahasa Tenggara, yang ditandai dengan longsoran tanah, perubahan geometri lereng, serta kondisi tanah yang tidak stabil. Kondisi tersebut menyebabkan lereng tidak memenuhi kriteria stabilitas geoteknik dan berpotensi membahayakan infrastruktur di sekitarnya, sehingga diperlukan perencanaan teknis yang tepat untuk mencegah keruntuhan ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan lereng pasca longsor serta merancang timbunan dengan sistem Geosynthetic Reinforced Soil (GRS) guna meningkatkan stabilitas lereng. Metode penelitian meliputi analisis stabilitas lereng eksisting menggunakan metode Bishop Simplified dengan perangkat lunak Slide 6.0, serta back analysis untuk memperoleh parameter kuat geser tanah pada kondisi kritis. Data yang digunakan berasal dari observasi lapangan, hasil uji Cone Penetration Test (CPT/sondir), geometri lereng, dan parameter tanah hasil korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng eksisting memiliki faktor keamanan sebesar 2,711, sedangkan melalui back analysis diperoleh sudut geser dalam tanah sebesar 34,04° pada kondisi kritis (FK ≈ 1). Perancangan timbunan dengan sistem GRS menghasilkan peningkatan stabilitas dengan geometri tinggi 13 m, lebar bawah 18,4993 m, lebar atas 6,917 m, dan kemiringan 42°. Faktor keamanan geser rotasional meningkat dari 0,621 menjadi 3,437, daya dukung tanah meningkat dari 4,68 menjadi 7,749, serta stabilitas eksternal memenuhi kriteria dengan FK guling 7,837 dan FK geser 3,557. Analisis global menunjukkan FK sebesar 1,856, sedangkan analisis dengan PLAXIS 2D menghasilkan deformasi 0,05832 m dengan FK 1,830. Dengan demikian, sistem perkuatan GRS terbukti efektif dalam meningkatkan kestabilan lereng secara menyeluruh dan dapat dijadikan solusi rehabilitasi pasca longsor pada lokasi SPAM Ratahan.

 

Kata kunci: stabilitas lereng, Geosynthetic Reinforced Soil, back analysis, faktor keamanan, PLAXIS 2D

Downloads

Published

2026-05-26

Issue

Section

Articles