Analisa Tebal Perkerasan Jalan Dengan Beban Berlebih Pada Kondisi Temperatur Perkerasan Tinggi Dan Tanah Lunak Perkerasan Jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III Tahap II Dengan MDPJ 2024
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68672Abstract
Jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III Tahap II merupakan infrastruktur transportasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas, potensi terjadinya beban kendaraan berlebih (overloading), temperatur perkerasan yang tinggi, serta kondisi tanah dasar yang lunak menjadi faktor yang dapat memengaruhi kinerja dan umur pelayanan perkerasan jalan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk menentukan kebutuhan tebal perkerasan yang mampu menahan pengaruh faktor-faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kebutuhan tebal perkerasan jalan akibat pengaruh beban berlebih, temperatur perkerasan tinggi, dan kondisi tanah lunak pada ruas Jalan MORR III Tahap II menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 dengan dukungan parameter dan pendekatan dari SNI 2002. Analisis dilakukan melalui perhitungan nilai Cumulative Equivalent Standard Axle (CESA), evaluasi kondisi tanah dasar, serta penyesuaian parameter desain terhadap variasi beban lalu lintas dan temperatur perkerasan. Hasil analisis menunjukkan dapat disimpulkan bahwa untuk beban berlebih semakin tinggi nilai cesa maka tebal lapisannya akan semakin tebal, untuk temperatur tinggi tebal perkerasannya akan semakin tebal pada temperatur yang lebih tinggi, untuk tanah lunak semakin rendah nilai CBR tanah dasar maka akan semakin tebal perkerasannya.
Kata kunci: perkerasan lentur, MDPJ 2024, beban berlebih, temperatur perkerasan tinggi, tanah lunak