Perencanaan Waktu Pekerjaan Arsitektur Proyek Lanjutan Gedung Perkuliahan Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68682Abstract
Perencanaan waktu merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan proyek konstruksi karena berhubungan langsung dengan pengendalian pelaksanaan pekerjaan agar dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total durasi pekerjaan arsitektur serta mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang termasuk dalam lintasan kritis pada Proyek Lanjutan Gedung Perkuliahan Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Precedence Diagram Method (PDM) dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project. Data penelitian diperoleh dari kurva S, gambar rencana, dan data pekerjaan arsitektur proyek. Tahapan analisis meliputi identifikasi aktivitas pekerjaan, penentuan hubungan ketergantungan antar kegiatan, penyusunan diagram jaringan kerja, perhitungan ES (Earliest Start), EF (Earliest Finish), LS (Latest Start), LF (Latest Finish), dan Total Float (TF), serta identifikasi lintasan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total durasi pekerjaan arsitektur adalah 129 hari kalender dengan 20 aktivitas yang berada pada lintasan kritis. Penerapan metode PDM mampu menunjukkan hubungan antar aktivitas pekerjaan secara sistematis, membantu pengendalian waktu proyek, serta mempermudah identifikasi pekerjaan yang memerlukan pengawasan lebih ketat agar proyek dapat selesai sesuai jadwal yang direncanakan.
Kata kunci: perencanaan waktu, penjadwalan, Precedence Diagram Method, Microsoft Project, jalur kritis