Analisis Debit Banjir Dan Luas Genangan Sungai Malalayang Di Jembatan Batukota Bawah Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68811Abstract
Sungai Malalayang merupakan salah satu sungai terbesar di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, yang sering mengalami banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis debit banjir, tinggi muka air, dan luas genangan pada Sungai Malalayang di Kelurahan Batukota Bawah sebagai upaya pengendalian banjir. Analisis frekuensi curah hujan dilakukan menggunakan metode Log Pearson Tipe III berdasarkan data dari empat pos hujan. Hasil analisis digunakan sebagai input pemodelan hujan–aliran pada HEC-HMS dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis Soil Conservation Service (HSS-SCS), metode SCS Curve Number (CN) untuk kehilangan air, serta metode recession untuk aliran dasar (baseflow). Sebelum simulasi dilakukan, parameter HSS-SCS dikalibrasi agar sesuai dengan kondisi DAS. Debit puncak hasil simulasi kemudian digunakan dalam pemodelan HEC-RAS untuk menganalisis tinggi muka air dan luas genangan pada berbagai kala ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas penampang Sungai Malalayang tidak mampu menampung debit banjir sehingga terjadi luapan pada setiap kala ulang yang dianalisis. Luas genangan juga meningkat seiring bertambahnya kala ulang, mulai dari 5 tahun hingga 100 tahun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengendalian banjir dan mitigasi bencana di kawasan Sungai Malalayang.
Kata kunci: debit banjir, tinggi muka air, luas genangan, HEC-HMS, HEC-RAS